Kamis, 25 Juli 2013

MENGHITUNG ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH

CARA MENGHITUNG ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH


Rencana Anggaran Biaya

Pada tulisan ini saya mencoba menyajikan mengenai cara menghitung anggaran pembuatan rumah,  dan item-item yang ada pada pembangunan rumah, adapun tujuan dari tulisan ini, untuk membantu bagi yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan sipil, agar dapat menghitung sendiri Biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah, sehingga sebelum memulai Pekerjaan Pembangunan Rumah, dapat mempersiapkan Biaya yang dibutuhkan, atau dapat sebagai Harga pembanding bila Pembangunan Rumah Tersebut akan diborongkan. saya menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna, sehingga saya sangat membutuhkan masukan atau kritikan yang membangun untuk kesempurnaan tulisan-tulisan berikutnya, atau bagi pembaca ada yang kurang mengerti item-item yang saya tulis dibawah, silakan ajukan pertanyaan, kritikan atau pertanyaan silakan isi pada kolom komentar bibawah.Sebelum melanjutkan, saya menampilkan informasi seperti dibawah ini, mungkin ada diantara pembaca yang membutuhkan :

Ada beberapa macam item pekerjaan dalam pembangunan  rumah  antara lain :
I.    Pekerjaan Awal
  1. Pengukuran
  2. Bowplank
II.  Pekerjaan Galian dan Urugan
1.   Galian
2.   Urugan
3.   Mengurug kembali
III. Pekerjaan Fondasi
1.   Lantai kerja
2.   Pasangan fondasi
IV. Pekerjaan Beton
1.   Sloof
2.   Kolom
3.   Ring balk
V.  Pekerjaan Dinding
1.   Pasangan Bata.
2.   Plesteran
3.   Acian
4.   Sponengan
5.   Tali air
VI. Pekerjaan Kusen dan Pintu, Jendela
  1. Pembuatan kusen pintu jendela
  2. Pembuatan daun pintu
  3. Pembuatan daun jendela
  4. Pasang Kusen Pintu
  5. Pasang Kusen Jendela
  6. Pasang Daun Pintu
  7. Pasang Daun Jendela
VII.Pekerjaan Rangka Atap
  1. Pembuatan Kuda-kuda
  2. Pembuatan Gording
  3. Pembuatan Jurai
  4. Pembuatan balok nok
  5. Pasang kuda-kuda
  6. Pasang gording
  7. Pasang Balok Nok
  8. Pasang Jurai
  9. Pasang Papan suri
  10. Pasang Usuk
  11. Pasang alumunium poil
  12. Pasang Reng
  13. Pasang Genteng
  14. Pasang Talang
  15. Pasang list plank
VIII.Pekerjaan Penggantung dan pengunci
  1. Rangka Plafon
  2. Pasang Plafon
  3. Pasang Kunci tanam
  4. Pasang Grendel
  5. Pasang Hak Angin
  6. Pasang kaca
  7. Pasang List plafon
IX.  Pekerjaan Lantai dan keramik
  1. Beton Lantai (1:3:6)
  2. Pasang Keramik lantai ukuran 30/30
  3. Pasang Keramik lantai WC ukuran 20/20
  4. Pasang Keramik dinding
X.   Pekerjaan Sanitasi
1.    Pasang saluran air bersih PVC ¾”
2.    Pasang saluran air kotor PVC 4″
3.    Pasang Closet
4.    Pasang bak air
5.    Pasang Karan Air
6.    Pembuatan Septick Tank (beerput)
7.    Pembuatan sumur peresapan
XI.  Pekerjaan phinising
  1. Cat Dinding
  2. Cat Plafon
  3. Cat Kusen
  4. Cat Daun pintu/jendela
XII.  Pekerjaan instalasi listrik
  1. Titik lampu
  2. Titik stop kontak
  3. Titik saklar
XIII.Pekerjaan Akhir
1.      Pembersihan Akhir
Cara menghitung Volume pekerjaan :
I. Pekerjaan Awal
1. Pengukuran
Yang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untuk menentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas, volume pengukuran adalah dihitung dg satuan lumpsum, missal diperkirakan dikerjakan 2 hari dengan 2 tukang, sehingga perhitungan sbb ,upah tukang Rp.50.000, maka biaya 50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.

2. Bowplank
Digunakan untuk membantu menentukan As atau letak titik dari bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan 2/15 dipaku pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meter dari as bangunan dipasang keliling bangunan.
Misal rumah ukuran 6 x 7 , maka volume bowplank adalah (6+1+1)+(7+1+1)=17 m.
Harga dan kebutuhan material dapat dilihat pada Analisa pekerjaan.
II. Pekerjaan  Galian dan urugan
1.  Galian
Adalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan fondasi, dalam dan lebarnya fondasi ditentukan oleh type fondasi. Misal lebar bawah fondasi 70 cm, maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10 cm kanan 10 cm menjadi 70 + 20 = 90 cm, sedangkan kedalaman galian juga ditentukan oleh keadaan tanah baik, tetapi kalau kondisi tanah biasa umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galian adalah 0.9 m x 0.7 m x panjang fondasi =  satuan m3, sedangkan untuk menentukan berapa jumlah tenaga atau upah dapat dilihat analisa pekerjaan galian.
2.  Urugan
Adalah pekerjaan mengurug lantai bangunan, volume dihitung luas bangunan dikalikan tinggi urugan satuan m3, kebutuhan material urugan dan jumlah tenaga atau upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
3.  Mengurug kembali
Adalah mengurug bekas galian Fondasi, volume biasanya dihitung 1/3 dari volume galian, contoh volume galian 60 m3 maka urugan kembali adalah 60 m3/3 = 20 m3.
III. Pekerjaan Fondasi
1.   Lantai Kerja
Adalah suatu item pekerjaan yang lokasinya dibawah fondasi  (lihat fondasi Rumah), lantai kerja dapat berupa urugan pasir dengan tebal 10 cm, pasangan batu kali kosong, atau beton dengan campuran 1:3:5 tebal 5 s/d 10 cm. cara perhitungan adalah luas dikalikan tebal dengan satuan m3,  kebutuhan material dan upah lihat analisa pekerjaan.
2.   Pasangan Fondasi
Fondasi yang kami maksudkan disini adalah fondasi batu kali (stal) untuk bangunan rumah lantai 1, cara menghitung volume  hitung semua panjang fondasi kemudian dikalikan tinggi fondasi, dan dikalikan (lebar atas+lebar bawah dibagi 2), satuan m3.
Contoh: panjang seluruh fondasi 50 meter, tinggi fondasi 0,7 meter, lebar atas fondasi 0.3 meter lebar bawah fondasi 0.7 meter, maka volumenya adalah 50 x 0,7 x ((0,3+0,7)/2) = 17,5 m3.
IV.  Pekerjaan Beton
1.    Sloof
Yang dimaksud dengan sloof adalah struktur bangunan yang berada diatas fondasi untuk lebih jelas lihat sloof rumah lantai 1 dan 2.
Cara menghitung volume sebagai berikut : untuk volume beton panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3.
Untuk perhitungan jumlah besi beton, pertama yang dicari adalah jumlah begel, dengan cara panjang total sloof dibagi jarak begel ditambah 1 = jumlah begel, jumlah begel dikalikan panjang satu begel = panjang total besi beton yang dibutuhkan.
Misal sloof 15/20, begel d 8 - 15, panjang total 25 meter, jumlah begel = (25/0.15)+1=167,6 bh = 168 bh, sedangkan  panjang satu begel = ((15 -5)x 2)+((20-5) x 2)= 50 cm, maka total besi beton untuk begel adalah 0,5 x 168 = 84 meter, satu batang besi beton panjang standar adalah 12 m, 84/12= 7 batang. Untuk menghitung besi beton tulangan pokok yaitu dengan cara jumlah tulangan pokok dikalikan panjang total.
Sedangkan untuk perhitungan RAB besi beton tidak dihitung,yang ditampilkan adalah volume beton.
2.   Kolom
Cara menghitung Volume adalah tentukan atau hitung jumlah kolom kemudian dikalikan tinggi kolom,sehingga mendapat total panjang kolom x lebar x tinggi = volume kolom satuan m3.
3.    Ring balk.
Cara menghitung volume sama dengan perhitungan sloof dan kolom
V.   Pekerjaan Dinding
1.    Pasangan Bata.
Dinding pasangan bata ada 2 cara menghitung yaitu dengan cara perhitungan luas dan dengan cara perhitungan isi, untuk perhitungan isi jarang sekali digunakan, akan tetapi bila suatu saat dibutuhkan dengan cara perhitungan isi, caranya adalah luas x tebal, untuk tebal tergantung jenis pasangan bata, pasangan 1 bata atau ½ bata ,untuk ukuran 1 bata yaitu 30 cm sedangkan ukuran ½ bata 15 cm.
Cara menghitung luas pasangan bata adalah sebagai berikut, pertama hitung keliling dari dinding, kalikan dengan tinggi dinding, dan dikurang luas dari daun jendela,daun pintu,boven, satuan m2.
2.    Plesteran
Volume plesteran adalah 2 x dari volume pasangan bata.
3.    Acian
Sama dengan cara menghitung volume plesteran tetapi dikurangi, daerah yang tidak di aci seperti dinding keramik dll.
4.    Sponengan atau tali air
Sponengan atau tali air adalah batas antara kusen dan plesteran, bila lebar kusen kurang dari lebar dinding (15 cm) maka batas antara kusen dan plesteran disebut sponengan, sedangakan bila lebar kusen sama dengan lebar dinding maka batas antara kusen dan plesteran disebut tali air.
VI.   Pekerjaan Kusen dan Pintu, Jendela
1.    Pembuatan Kusen
Cara perhitungan kusen pada RAB ada 2 macan yaitu dengan satuan jadi, atau m3, untuk satuan m3 yaitu hitung semua panjang dari bahan pembuat kusen kemudian dikalikan dengan tebal dan lebar dari kayu, satuan m3.
Kebutuhan material dan upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
2.    Daun Pintu.
Daun pintu ada beberapa macam, missal daun pintu panil atau doble plywood, dalam perhitungan volume untuk RAB biasanya di hitung perunit.
3.    Pasang Kusen Pintu dan Jendela
Volume pemasangan bermacam-macam, antara lain dg cara panjang keliling kusen, perlubang, atau perunit.
4.    Pasang Daun Pintu dan Jendela
Volume pemasangan dihitung perunit, diluar pemasangan kunci tanam, hak angin, slot.

VII. Pekerjaan Rangka Atap.
1.    Pembuatan Kuda-Kuda
Volume dihitung dengan satuan m3, yaitu panjang total bahan dikalikan dimensi kayu yang dipakai.
Contoh, panjang total bahan yang digunakan untuk kuda-kuda adalah 25 meter kayu yang digunakan 8/12 maka volume adalah 25 x 0.08 x 0.12 = 0.24 m3.untuk harga dapat dilihat analisa pekerjaan.

2.    Pembuatan Gording.
Yang dimaksud dengan pembuatan gording adalah pembuatan sambungan antara gording, satuan adalah m3, cara mencari volume sama dengan cara mencari volume pada perhitungan kuda-kuda.
3.    Pembuatan Jurai.
Sama dengan pembuatan gording,
4.    Pembuatan Balok Nok.
Sama dengan pembuatan gording, dan Jurai. Untuk ketiga item pekerjaan tersebut dimensi kayu biasanya sama hanya letak saja yang membedakan nama item pekerjaan.
5.    Pasang Kuda-kuda.
Yang dimaksud pasang kuda-kuda biasanya disebut erextion kuda-kuda, adalah pemasangan kuda-kuda dilokasi tempatnya kuda-kuda. Tidak membutuhkan material tambahan karna kuda-kuda dipasang setelah dibuat. Biaya biasanya diambil 50 % dari biaya pembuatan kuda-kuda. Begitu juga untuk pemasangan jurai,gording,balok nok. Satuan volumenya adalah m3.
6.    Pasang Papan Suri.
Yang dimaksud dengan papan suri adalah, papan yang letaknya diatas balok nok, yang berfungsi untuk menahan kerpus, ukuran yg digunakan biasanya 2/20 dapat juga lebih kecil atau lebih besar sesuai kebutuhan dilapangan. Satuan volumenya adalah m’.
7.    Pasang Usuk.
Usuk biasanya menggunakan kayu ukuran 4/6 atau 5/7, yg sering digunakan adalah kayu ukuran 5/7, untuk atap yg menggunkan asbes atau seng tidak memakai usuk, cukup dengan gording. Perhitungan usuk yaitu luas dengan satuan m2. kebutuhan matererial dan upah lihat analisa pengerjaan.
8.    Pasang Alumunium poil.
Pemasangan alumunium poil dimaksudkan untuk mengurangi panas dan mencegah tampias saat terjadi hujan yang disertai angin, bahan yang digunakan tidak mutlak alumunium poil, dapat diganti dengan karpet atau seng plat. letak alumunium poil adalah diantara usuk dan reng. Satuannya adalah m2.
9.    Pasang Reng.
Reng ukuran yang digunakan ada dua macam yaitu 2/3 atau ¾,tergantung jenis genteng yang dipakai, untuk genteng beton  biasanya menggunakan ukuran ¾ , perhitungan reng adalah sama dengan menghitung usuk yaitu luas dengan satuan m2.(luas reng sama dengan luas dari usuk).
10.   Pasang Genteng
Genteng ada beberapa jenis, akan tetapi yang umum adalah genteng beton dan genteng keramik. Perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2. biasanya sama dengan luas reng maupun usuk.
11.    Pasang talang
Talang ada beberapa jenis bahan yang digunakan, talang seng, talang PVC, talang beton, untuk setiap jenis bahan cara perhitungan volume berbeda-beda, untuk talang yang terbuat dari seng volume nya adalah luas dengan satuan m2, talang yang terbuat dari PVC volumenya adalah panjang dengan satuan m’, sedangkan untuk talang beton dapat dihitung dengan m3 ataupun m2.
12.    List plank
List plank ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu bahan dari kayu, beton, pvc, fiber dll, tetapi saat ini list plank yang sering digunakan adalah terbuat dari kayu dan beton, perhitungan volume ada yang menggunakan m’,m2,m3. perhitungan volume tidak mengikat.
VIII.  Pekerjaan Penggantung dan Pengunci.
1.      Rangka Plafond
Rangka plafon ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu rangka kayu 4/6, rangka besi (bermacam-macam). Untuk perhitungan volume kalau menggunkan kayu biasanya dihitung luas, sedangkan untuk besi dihitung dengan berat (kg).
2.     Pasang Plafon
Plafon bermacam-macam dari jenis bahan yang digunakan, seperti, bahan kayu, eternit, asbes plat, plywood, gibsum dll, untuk perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2.
3.    Pasang Kunci tanam, grendel, hak angin.
Perhitungan menggunkan satuan unit, atau buah.
4.    Pasang Kaca.
Pemasangan kaca yaitu dengan perhitungan luas satuan m2.
5.    List plafond
Yang dimaksud dengan list plafon adalah list yang berada dipinggir pertemuan antara plafond dengan dinding, tujuan pemasangan list, agar terlihat rapi. Satuan volume adalah m’
IX.   Pekerjaan Lantai dan keramik.
1.     Beton Lantai 1:3:5
Yang dimaksud dengan beton lantai, biasanya disebut floor, atau plesteran lantai, tebal beton lantai untuk rumah tinggal mulai dari 5 cm sampai dengan 10 cm. sebelum lantai diplester sebaiknya diberi urugan pasir setebal 10 cm. Untuk perhitungan volume lantai beton m3, tetapi kadang-kadang ada yang membuat m2.
2.     Pasang keramik lantai utama dan wc.
Pemasangan keramik lantai volume yang digunakan adalah luas dg satuan m2.
3.     Pasang Keramik Dinding.
Pemasangan keramik dinding volume yang digunakan adalah luas dg satuan m2.
X.    Pekerjaan Sanitasi
1.     Pasang Saluran air bersih pvc ¾”.
Perhitungan volume adalah panjang  dengan satuan m’.
2.     Pasang Saluran Air kotor pvc 4″
Perhitungan volume adalah panjang dengan  satuan m’.
3.     Pasang Closet, kran
Perhitungan volume adalah buah atau unit.
4.     Pembuatan Septick tank atau beerput.
Septick tank atau beerput adalah suatu tempat untuk menampung kotoran manusia, perbedaan septick tank dan beerput adalah dari bentuk mdan bahan yang digunakan akan tetapi fungsinya sama.
Septick tank bahan yang digunakan adalah pasangan bata, dengan ukuran persegi panjang, sedangkan kalau beerput bahan yang digunakan buis beton diameter 80 cm s/d 90 cm. biasanya perhitungan volume adalah unit (lansung jadi).
5.     Saluran Peresapan atau Sumur Peresapan.
Saluran peresapan atau sumur peresapan adalah suatu bangunan yang berfungsi sebagai peresapan air dari buangan septick tank. Volume perhitungan adalah unit.
XI.    Pekerjaan Phinising.
1.      Pekerjaan Cat tembok, plafon, kusen, daun pintu dan jendela.
Perhitungan Volume nya adalah luas dengan satuan m2.
XII.   Pekerjaan Instalasi listrik.
Pekerjaan instalasi listrik volume pekerjaan menggunakan titik, sedangkan harga sesuai dengan ketentuan PLN.
XIII.  Pemebersihan Akhir.
Yang dimaksud dengan pekerjaan pembersihan akhir, adalah pekerjaan pembersihan sisa sisa material atau kotoran-kotoran aikibat dari pekerjaan, seperti pembersihan kamar mandi, lantai, kusen dari debu-debu, karna volumenya tidak bisa dihitung maka menggunakan satuan LS atau lump sum.
Setelah Volume selesai dihitung maka item-item pekerjaan tersebut dibuatkan tabel seperti dibawah ini:

Minggu, 16 Juni 2013

Tips Pembuatan Lantai Gudang

Beberapa tips pembuatan lantai gudang yang baik







Gudang merupakan sebuah bangunan untuk tempat penyimpanan barang barang hasil produksi.  Banyaknya aktivitas yang terjadi didalam gudang seprti lalulalang alat forklip sehingga membuat lantai gudang menjadi cepat rusak. Oleh krna itu maka pembuatan lantai gudang juga harus sangat diperhatikan cara pembuatannya sehingga bisa menghasilkan kwalitas yang baik.
ada beberapa tips yang harus diperhatikan dalam pembuatan lantai gudang seperti:



  1. Struktur tanah: Tanah merupakan kekuatan dasar dalan pembuatan lantai, oleh kerna itu maka tanah perlu pemadatan yang cukup baik agar tidak terjadi penurunan tanah yang menyebabkan efek dibelakang hari
  2. Tulangan besi: Lantai gudang yang baik juga perlu memperhatikan tulangan besi untuk membantu kekuatan lantai agar lantai tidak mudah patah
  3. Bekisting: Banyak kita jumpai lantai gudang yang bergelombang akibat pengerjaan yang kurang diperhatikan dalam pembuatan bekisting. Level atau tidaknya suatu lantai tergantung hasil dari pembuatan bekisting. Saya menyarankan menggunakan besi baja untuk bekisting dari pada menggunakan kayu, karna besi baja mempunyai tingkat level yang cukup akurat dibandingkan dengan bahan kayu yang lebih bergelombang
  4. Penggunaan material tambahan: untuk mendapatkan kekuatan permukaan lantai, kita membutuhkan bahan tambahan yang akan ditabur diatas beton cor setelah beton 1/4 kering seperti chapdur (ada berbagai jenis warna).
  5. Floorhardener (Trowel finish): Floorhardener/trowelfinish merupakan suatu alat untuk melakukan pengahalusan dan pemadatan lantai beton cor sehingga permukaan lantai mendapatkan mutu dan kwalitas yang baik.



    itulah beberapa tips untuk pembuatan lantai gudang yang baik, ada juga pembuatan lantai Epoxy. Jika ingin tahu klik disini

Perbaikan Bangunan Dak Bocor

Solusi perbaikan Dak bocor
solusikerusakanbangunan.blogspot.com

Saat ini banyak terjadi kebocoran dak pada bangunan rumah anda yang pada umumnya biasa kita temukan kasus seperti ini dirumah huni minimalis. kebocoran dak ini sangat mengganggu penampilan rumah karna akan meninggalkan bercak kuning pada dinding lantai tersebut atau akan merusak plafon. kebocoran tersebut terjadi karna ada beberapa faktor yang menyebabkannya, dan bagaimana cara memperbaikinya?? mari kita ulas bersama.
Penyebab terjadinya kebocoran karna adanya ruang atau celah kecil yang memungkinnya air dapat mengalir, hal tersebut biasanya karna ada keretakan pada lantai dak tersebut, bisa juga karna mutu beton yang kurang baik dan mungkin adanya kesalahan pada waktu pengerjaannya.

Cara perbaikannya:
* Cek penyebab kebocoranya terlebih dahulu, apakah kebocoran tersebut terjadi dari lantai yang retak atau terjadi karna adanya rembesan yang akhirnya menimbulkan titik air
*Jika kebocoran terjadi akibat dari keretakan maka memperbaikinya dengan melakukan injeksi epoxy (siksdur 752) pada keretakan tersebut agar keretakan tersebut tertutup sehingga tidak dapat memberikan ruang pada air untuk melaju merambat kluar


* Jika kebocoran karna kelembeban atau rembes maka perlu melakukan waterprofing pada lantai tersebut. pilihlah bahan waterprofing yang baik agar hasilnya cukup memuaskan. Saya menyarankan agar memakai waterprofing Top Seal 107


Rabu, 12 Juni 2013

Perbaikan Bangunan Retak Dinding

Perbaikan Keretakan Pada Dinding
 
Sering kali kita menjumpai dinding interior rumah kita mengalami retak-retak yang tidak beraturan. Padahal pada saat proses pembangunan rumah, kita sudah melakukan pengawasan melekat terhadap salah satu hasil kerja para tukang ini. Tetapi hal ini masih saja sering terjadi. Apakah sebenarnya penyebabnya?

1. RETAK RAMBUT 
Seperti yang telah banyak kita jumpai biasanya pola retak tidak beraturan dan celahnya berukuran kecil.

Penyebab : 
  1. Unsur-unsur pembentuk bahan plesteran tidak homogen, seperti pasir yang tidak bersih dan masih mengandung tanah.
  2. Pengacian belum waktunya dilakukan pada plesteran. Pengacian baru bisa dilakukan minimal 2 minggu setelah proses plesteran.
Solusi : 
  1. Celah retak rambut diperbesar dengan menggunakan kape.
  2. Lalu tutup retak rambut yang telah diperbesar tadi dengan plamur tembok.
  3. Setelah plamur tembok mengering, ampelas permukaannya. Selanjutnya lakukan pengecatan.
2. RETAK DINDING STRUKTUR 
Pola retak pada dinding membentuk bidang diagonal dan biasanya berukuran besar. Ada juga yang pola retaknya vertikal dengan celah dibagian di bagian bawah berukuran besar.

Penyebab : 
  1. Pada pola retak yang diagonal, dinding mengalami gaya geser yang biasanya diakibatkan oleh gempa atau salah satu titik pondasi mengalami penurunan.
  2. Sedangkan pada pola retak vertikal, biasanya balok sloof tempat bertumpunya dinding mengalami patah.
Solusi : 
  1. Lantai digali untuk melihat tingkat kerusakan pada balok sloof.
  2. Membuat balok perkuatan pada sloof yang mengalami patahan.
  3. Setelah perbaikan pada sloof, menambal retakan yang ada dengan menambah bonding agent.
  4. Plamur dan selanjutnya cat ulang dinding yang sudah ditambal.
 3. MENCEGAH RETAK PADA DINDING 
  1. Untuk mencegah dinding retak, gunakan bahan penyusun plesteran yang berkualitas baik, yaitu semen berkualitas baik dan pasir tidak bercampur tanah atau dapat juga menggunakan pasir putih.
  2. Sebagai alternatif, untuk plesteran yang berkualitas baik dapat menggunakan jenis plester instant yang memiliki campuran lebih homogen/merata dan daya rekat yang tinggi. Walaupun harganya relatif lebih mahal, tetapi sesuai dengan mutu yang diperoleh.
  3. Memberi waktu yang cukup antara proses plesteran dan pengacian (kira-kira 2 minggu/ 20 hari) dapat mencegah keretakan pada dinding. Hati-hati apabila mengerjakan pada musim hujan, karena diperlukan waktu pengeringan yang lebih lama.
  4. Proses pengadukan antara semen, pasir dan air harus homogen/ merata untuk mencegah keretakan. Untuk area basah, campuran semen : pasir adalah 1:2 atau 1:3. Untuk area bukan basah/ kondisi normal, gunakan campuran 1:6 atau 1:8.
  5. Perubahan suhu yang terus-menerus juga dapat mengakibatkan keretakan. Karena itu dinding eksterior perlu dilindungi oleh teritisan/ overstek dari sorotan matahari atau tampias air hujan.
  6. Keretakan juga sering terjadi pada sekeliling kusen pintu atau jendela kayu, karena terjadinya pemuaian dan penyusutan kayu. Karena itu gunakanlah kayu yang benar-benar kering (kayu oven), untuk memperkecil resiko muai-susut.
  7. Untuk lubang pintu atau jendela yang besar, gunakan susunan bata sistem rolaag yang berfungsi menopang beban susunan bata di atasnya. Sehingga kayu kusen jendela atau pintu tidak melengkung ketika menerima beban susunan bata di atasnya.
jika anda punya masalah dengan bangunan anda dapat hubungi saya di 0813-9680-9681a/n Kornelius Sagala atau kirim email di kornelius_sagala@yahoo.co.id

Perbaikan Kerusakan Bangunan Retak

Solusi kerusakan keretakan pada bangunan
http://www.korneliussagala.123website.co.id


Pada edisi kemarin kita telah membahas faktor yang meyebabkan beton tulang retak. Nah sekarang kita akan bahas solusi untuk mengatasi masalah yang diakibatkan oleh beton tulangan yang retak.
sebelum kita bahas lebih lanjut bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, kita juga perlu mengetauhi beberapa jenis keretakan tersebut.

pada beton retak ada 2jenis yaitu:

1.Balok beton retak

Retak pada tiang balok biasanya memiliki pola arah yaitu vertical dan diagonal, juga ada yang retak rambut. Retak yang cukup menghawatirkan yaitu retak vertikal dan diagonal, retak vertikal disebabkan karena adanya beban yang melebihi kekuatan balok tersebut dan retak diagonal disebabkan karena retak vertikal yang semakin besar.

Solusi :
* Untuk retak tiang balok bisa di perbaiki dengan cara melakukan injeksi pada keretakan terssebut dengan bahan Epoxy

gambar bahan EPOXY 
gambar cara pengarjaan injeksi




* Jika keretakan tiang balok yang retak tepat pada dinding maka tidak perlu melakukan injeksi tetapi menambahkan kolom tiang kecil untuk menahan tiang balok agar lebih kuat
* Untuk keretakan halus atau retak rambut cukup dengan memberi plesteran saja


2.Beton kolom retak

Beton kolom ada yang membahayakan dan ada juga yang sedang dan yang tidak berbahaya.
Retak yang dikategorikan berbahaya jika tidak segera ditangani adalah Retak Geser yaitu retak yang berpola diagonal/miring, suatu retak yang diakibatkan karena adanya daya tekan horizontal terhadap kolom. jika tidak cepat ditangani bisa menyebabkan suatu bangunan roboh karna tidak sanggup kolom menahan beban diatasnya

 Beton yang retak dikarenakan selimut beton. Mutu beton yang kurang baik inilah yang membuat berkurangnya kekuatan kolom untuk menahan daya tekan/horizontal terhadap kolom sehingga selimut beton menjadi terkelupas atau pecah. Oleh karna itu maka pada waktu pengerjaan pembuatan kolom perlu pengawasan yang cukup terhadap mutu beton

Beton retak rambut yang mungkin tidak cukup membahayakan ini terjadi dikarnakan faktor suhu dan perawatan pada saat penerasan beton

Solusi

Untuk retak yang cukup membahayakan perlu melakukan analisa terlebjh dahulu. Apakah keretakan tersebut bisa hanya cukup ditangani dengan melakukan grouting atau memang harus melakukan pembesaran ukuran kolom




Untuk retak pada masalah bangunan, ada juga retak pada dinding yang membuat rumah menjadi jelek dan bocor.

jika anda butuh jasa perbaikan dapat hubungi saya di no 0813-9680-9681a/n Kornelius Sagala